Jasa Konsultasi Skripsi : Disyukuri atau Dikutuk? “Tugas Etika Bisinis”

Karena sudah sampai titik yang cukup mengkhawatirkan. Menteri Pendidikan Nasional akhirnya memutuskan untuk mengumumkan puluhan institusi pendidikan atau program (PTS) yang dianggap ilegal. Hal ini menyusul diusutnya “lembaga pendidikan”  pemberi gelar Master dan Doktor yang marak di negeri ini. Masalah ilegal atau tidak juga diperdebatkan dalam hal pemberi jasa konsultasi skripsi, tesis dan disertasi walaupun belum mencapai taraf yang merisaukan masyarakat.

Jasa konsultasi skripsi tumbuh bak jamur. Lama kelamaan, jasa meningkat sampai memilihkan judul, menyediakan data, bahkan sampai membuat penuh suatu skripsi. Di internetpun tersedia saran untuk membeli skripsi atau tesis. Peminat tinggal mengunjungi http://www.skripsiekonomi.com dan dapat membeli skripsi dengan judul apapun dengan harga Rp 750 ribu per skripsi dan skripsi tadi diantar ke rumah.

Seorang pengamat pendidikan menyatakan bahwa fenomena ini merupakan tragedi pendidikan nasional kalau tidak dicermati dan dikendalikan. Dia khawatir, jangan-jangan nanti akan timbul jasa pembuatan pekerjaan rumah (atau tugas sekolah lain) yang semula ditangani oleh kakak atau ibu. Memang menyedihkan. Ini potret buruk pendidikan dan mental bangsa.

Beberapa dosen juga jengkel untuk membimbing karena proposal mahasiswa tidak dapat dibaca. Bahasa mahasiswa sangat amburadul sehingga maksud penulisan tidak ditangkap. Kalau diberitahu tentang hal ini mahasiswa mengeluh dan mengatakan dosennya rewel. seorang dosen menyatakan : “Saya sendiri tidak setuju adanya skripsi. Skripsi hanya membebani dosen. Karena dipaksakan, akhirnya apapun yang diajukan mahasiswa saya setujui saja.

Pihak Direktorat Jenderal PendidikanTinggi atau yang berwenang sekalipun masih bergeming mengenai hal ini. Mungkin fenomena ini masih dianggap wajar sehingga mereka tidak perlu gegabah menangani masalh ini. Mereka tampaknya bersikap “wait and see.”

  1. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
  2. Tidak setuju, karena menimbulkan hal yang kuran baik dalam konteks penddikan nasional
  3. Tragedi pendidikan
  4. Seharusnya dilarang, karena bisa menjadi potret buruk bagi pendidikan dan mental bangsa
  5. Ini hukum ekonomi, ada permintaan ada penawaran. jangan berpikir masalah etika atau hukum. Etika tidak ada tempatnya dalam dunia bisnis. Semuanya sah-sah saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: